Follow us:

Mengapa harus ber-quran

Kalau mengaku Islam, sudah sepantasnya tidak hanya membaca Al-Quran tanpa dimaknai artinya. Untuk mendapatkan ridha dan petunjuk Allah SWT, tentunya kita harus belajar memahami ayat demi ayat sesuai dengan makna dalam kejadian turunnya ayat tersebut. Nah, untuk memahaminya kita tidak bisa hanya menebak dan mengartikannya secara mandiri. Kita butuh sosok yang lebih paham agar informasi dan ilmu yang kita serap akurat.

Setelah memahami petunjuk Allah SWT melalui Al-Quran, maka selanjutnya untuk menjalani kehidupan sesuai dengan petunjuk tersebut adalah dengan menjadikan setiap ayat yang telah dipelajari sebagai milik. Setiap larangan, perintah bahkan petunjuk yang diterima harus dianggap dan diterima secara utuh sebagai kepunyaan kita. Mudahnya seperti ini, ketika seorang Ibu mengajarkan dan menyuruh anaknya berbuat baik secara otomatis sebagai anak  akan menyerap dan mengikuti apa yang telah diperintahkan oleh ibunya. Allah SWT sebagai pemilik diri ini, berhak mengajarkan dan mengatur kita.

Kenapa sih kita harus menjalankan petunjuk dan perintah Allah SWT ? Karena manusia berada dalam alur kepastian realita kehidupan. Yakni hidup di dunia ini hanya sementara, kemudian semua manusia pasti akan menghadapi kematian dan setelahnya akan dimintai pertanggungjawaban. Tak ada satu orang pun yang luput dari realita ini, tanpa terkecuali. Mau dia itu raja, presiden, artis, publik figur, bahkan seorang boss pun akan mati dan menghadapi masa dimintai pertanggungjawaban kelak. Allah itu MahaAdil, makanya tidak ada satu orang pun luput dari realita tersebut.

Mau tidak mau, siap tidak siap. Kita akan berjumpa dengan peristiwa-peristiwa tersebut. Oleh karena itu, alangkah penting bagi kita mempelajari dan memahami segala petunjuk yang diberikan Allah SWT kepada kita melalui perantara Nabi Muhammad SAW yaitu Al-Quran, untuk menjalani kehidupan. Di dalam Al-Quran terdapat serangkaian perintah, petunjuk, pelajaran, dan ilmu yang dapat menjadi pedoman kita untuk menggapai kehidupan yang selamat baik dunia dan akhirat. Tinggal bagaimana manusianya, mau menggunakan akal dan hati untuk mempelajarinya atau tidak. Tinggal bagaimana manusianya, mau belajar dan memahami atau lebih memilih kesibukan dunia yang fana dan sesaat ini.

Kematian akan hadir tanpa pernah diminta dan diketahui kapan tibanya, oleh sebab itu mari kita sama-sama belajar dan mempersiapkan diri untuk menuju akhirat yang selamat secara bertahap. Semua butuh proses, sama seperti  masa pedekate. Pendekatan ke Allah SWT pun bertahap, kita harus meyakinkan hati dulu bahwa Allah satu-satunya Maha Pengatur dan Maha Pemberi Petunjuk. Pelan namun pasti dan terus berkembang.

Kalau bukan sekarang mempersiapkan kematian dan bekal untuk di akhirat, kapan lagi? Kalau bukan kita yang memulai mencari keselamatan hidup, siapa lagi? Kalau bukan kita yang mulai, orang-orang sekitarkita pun belum tentu akan memulainya untuk kita. Jadikan diri kita pengaruh untuk sekitar. Jika  ber-Quran,maka lambat laun lingkungan pun akan mengikutinya. Gak ada yang gak mungkin kalau kita mau melangkah ke hal yang lebih baik. Gak ada yang gak mungkin untuk bisa membawa keselamatan bagi orang sekitar yang kita cintai.

 

AH/0002/C/TM/IV/21

Share This:

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021 All Rights Reserved